Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing pada Materi Laju Reaksi

 

   Alan Rufus. S. Aploegi, S.Pd

  Guru Kimia SMA PGRI Mnelalete
  Kabupaten Timor Tengah Selatan

 

Pendidikan semakin memiliki peranan penting pada masyarakat dan merupakan suatu kunci dalam membentuk dan membangun cara hidup setiap manusia. Tujuan pendidikan diadaptasikan dan dikembangkan sesuai jaman yang terus maju, termasuk juga keharusan dalam penyesuaian kurikulum, serta diperlukannya pelatihan dan pengakomodasian berbagai jenis keterampilan dalam komunikasi global. Kemajuan IPTEK di berbagai negara meningkat pesat pada abad 21. Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan dalam bidang pendidikan yaitu diluncurkannya kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merekomendasikan suatu perencanaan yang bersifat saintifik agar tujuan kurikulum dapat tercapai, yaitu dengan melakukan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, memotivasi, menantang, dan sekaligus menyenangkan agar peserta didik menjadi pebelajar yang aktif guna mencari informasi, serta memberikan wadah yang cukup untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian yang disesuaikan dengan perkembangan mental dan fisik juga bakat serta minat peserta didik. Tujuan tersebut dapat diwujudkan melalui proses pendidikan yang diperlukan untuk membuat peserta didik sadar akan pentingnya sains dan teknologi yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Pembelajaran Kimia sebagai bagian dari pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki peranan penting dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Hal tersebut diperkuat dengan adanya Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), bahwa pembelajaran lebih mengutamakan pada kompetensi siswa. Berdasarkan hasil  pengamatan guru mata pelajaran terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 2 di SMA PGRI Mnelalete yang disebabkan dominannya proses pembelajaran konvensional, dimana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif dan mengakibatkan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep laju reaksi. Guru lebih suka menerapkan menjelaskan konsep-konsep yang ada pada buku ajar atau referensi lain. Dalam hal ini siswa tidak diajarkan strategi belajar yang dapat memahami bagaimana belajar, berpikir dan memotivasi diri sendiri (self motivation), padahal aspek-aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam suatu pembelajaran. Oleh karena itu, perlu menerapkan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk memahami materi ajar dan aplikasi serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya tujuan akhir pembelajaran adalah menghasilkan siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memecahkan masalah yang dihadapi kelak di masyarakat, dan menunjukkan kemampuan sebagai hasil belajar yang telah diperolehnya.

Materi laju reaksi dalam kimia adalah materi pelajaran yang memiliki konsep yang harus dikuasai siswa. Tidak dapat disangkal, bahwa konsep merupakan suatu hal yang sangat penting, namun bukan terletak pada konsep itu sendiri, tetapi terletak pada bagaimana konsep itu dipahami oleh subjek pendidik. Pentingnya pemahaman konsep dalam proses belajar mengajar sangat mempengaruhi sikap, keputusan, dan cara-cara memecahkan masalah. Kenyataan di lapangan siswa hanya menghafal konsep dan kurang mampu menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan konsep yang dimiliki. Atas dasar itulah, konsep-konsep dalam materi laju reaksi harus dapat ditegaskan dengan melakukan pembuktikan dalam suatu percobaan praktikum. Praktikum tersebut dapat dilakukan dengan penerapan model pembelajaran inkuiri.

Inkuiri berasal dari kata inquire yang berarti menanyakan, meminta keterangan atau penyelidikan. Siswa diprogramkan agar selalu aktif secara mental maupun fisik. Pembelajaran inkuiri juga dijelaskan oleh Nurdiyansyah & Eni (2016) sebagai pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia, peritiwa) secara kritis, logis, dan analitis sehingga mereka dapat merumuskan penemuannya dengan penuh percaya diri. Model inkuiri merupakan pengajaran yang mengharuskan siswa mengolah pesan sehingga memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Dalam model inkuiri siswa dirancang untuk terlibat dalam melakukan inkuiri. Model pembelajaran inkuiri merupakan pengajaran yang terpusat pada siswa. Dalam pembelajaran ini siswa lebih aktif belajar. Tujuan dari penggunaan inkuiri dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental Sanjaya (2014).

Model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran dari adanya permasalahan di atas. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan siswa untuk berperan dalam investigasi yang akan dilakukan oleh pembelajar atau peserta didik. Namun, perlu adanya penelitian mengenai seberapa besarkah pengaruh model pembelajaran tersebut dan apakah ada pengaruh secara signifikan keterampilan proses sains yang dikembangkan melalui pembelajaran tersebut.

Penerapan model inkuiri terbimbing dapat melatih keterampilan bepikir kritis dan analitis peserta didik pada materi laju reaksi untuk menemukan sendiri jawaban dari suartu masalah yang ditanyakan sehingga siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaranya dan dapat mengembangkan daya intelektualnya.
Dimulai dari guru memberikan suatu persoalan yang berkaitan dengan laju reaksi kepada peserta didik yang kemudian akan dipecahkan secara inkuiri, dilanjutkan dengan pembuatan jawaban sementara oleh peserta didik dari permasalahan yang diberikan, kemudian peserta didik mencari dan mengumpulkan data melalui pengamatan, eksperimen, dan lain-lain untuk membuktikan hipotesis benar atau tidak. Data disajikan/ disusun dalam suatu tabel agar mudah dibaca dan dianalisis.Data yang sudah terkumpul dianalisis dan disajikan dalam bentuk diagram ataupun tabel agar memudahkan dalam mengambil keputusan/ kesimpulan. Dari data dan hasil analisis data yang diperoleh kemudian diambil kesimpulan lalu dicocokkan dengan hipotesis awal apakah hipotesis awal diterima atau ditolak. Dalam proses penerapan pembelajaran inkuiri guru hanya membimbing peserta didik dalam menyelesaikan masalah sampai dengan pengambilan kesimpulan, sehingga peserta didik benar-benar aktif mencari dan menemukan jawaban sendiri dari permasalahan yang diberikan.

Keterlaksanaan model pembelajaran yakni lembar yang diperuntukkan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran melalui kesesuaian sintaks-sintaks yang dilakukan guru pada saat menerapkan model pembelajaran. Lembar aktivitas peserta didik digunakan untuk mengetahui aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan penerapan model inkuiri terbimbing pada materi laju reaksi di kelas XI IPA 2 SMA PGRI Mnelalete guru berperan sebagai pembimbing serta fasilitator bagi peserta didik sehingga dapat mewujudkan peserta didik yang lebih aktif dari sebelumya dalam proses pembelajaran serta meningkatnya pemahaman dan hasil belajar peserta didik yang dapat dilihat dari lembar aktifitas peserta didik dan hasil ulangan harian pada materi pokok laju reaksi.

Komentar